4 Manfaat Cabut Gigi Untuk Kesehatan

4 Manfaat Cabut Gigi Untuk Kesehatan

Infokeluarga.com – 4 Manfaat Cabut Gigi Untuk Kesehatan. Gigi harus dilepas saat kondisinya sangat rusak. Meskipun tampaknya mengerikan, ada berbagai manfaat ekstraksi gigi yang bisa Anda dapatkan. Sebaliknya, jika tidak dicabut, gigi yang rusak dapat mengganggu kesehatan gigi lainnya, rongga mulut, atau bahkan seluruh tubuh.

Ekstraksi gigi pada dasarnya adalah proses yang sederhana. Tidak menakutkan seperti yang diperkirakan, gigi akan ditarik keluar setelah anestesi dan obat -obatan pasti telah bekerja. Hanya saja, dalam beberapa kasus perlu untuk disembelih gusi sehingga gigi lebih mudah dihilangkan.

Jika gigi telah berhasil dilepas, dokter gigi akan menempatkan kain kasa atau kapas di lokasi pencabutan untuk membantu menghentikan pendarahan. Waktu yang dibutuhkan untuk menarik gigi tergantung pada tingkat kesulitan, biasanya yang tercepat adalah sekitar 10 menit.

Berbagai manfaat ekstraksi gigi
Di bawah ini adalah 4 manfaat yang bisa Anda dapatkan dari prosedur ekstraksi gigi:

1. Mencegah masalah karena gigi bungsu

Gigi bungsu umumnya tumbuh di usia 20 -an, ketika ada sekitar 28 gigi dewasa di mulut. Pada usia ini, biasanya tidak ada tempat bagi molar untuk tumbuh dengan baik atau hanya sebagian muncul.

Kemungkinan yang dapat terjadi adalah kontak paksa dengan molar dengan gigi lain. Dalam kondisi ini, molar yang baru muncul akan mendorong gigi lain dan menyebabkan rasa sakit.

Selain itu, gigi yang hanya tampak sebagian cenderung sulit dibersihkan, sehingga mudah menjadi tempat untuk membangun bakteri yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi plak yang menyebabkan infeksi. Gangguan yang mungkin terjadi termasuk abses, gingivitis, dan karies gigi.

Jika demikian, gigi bungsu ini lebih baik ditarik keluar ketika mulai muncul, sehingga berbagai masalah gigi seperti di atas dapat dihindari.

2. Mencegah risiko infeksi

Bubur adalah akar gigi yang mengandung pembuluh darah dan saraf. Jika lubang atau kerusakan terjadi pada gigi, bakteri dapat memasuki pulpa dan menyebabkan infeksi.

Beberapa kasus pulp yang terinfeksi dapat ditangani dengan terapi saluran akar (RCT). Tetapi dalam beberapa kasus, ketika RCT dan penggunaan antibiotik tidak membantu, ekstraksi perlu dilakukan sehingga infeksi tidak menyebar.

Selain itu, ekstraksi juga diperlukan jika sistem kekebalan tubuh Anda lemah, misalnya jika Anda menjalani kemoterapi atau transplantasi organ. Ini penting karena infeksi yang seharusnya ringan bisa sangat parah jika kekebalannya lemah.

3. Menghilangkan rasa sakit

Nyeri terus menerus pada gigi dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti, adanya pasta gigi menular, infeksi gusi, gigi yang patah. Rasa sakit yang berkelanjutan ini dapat sangat mengganggu aktivitas Anda dan bahkan tidur Anda, sehingga menjadi tanda utama bahwa gigi Anda perlu dicabut.

4. Cegah Gangguan Sinus

Tidak hanya akan mengganggu kesehatan rongga mulut, gangguan gigi juga dapat memicu gangguan sinus, termasuk sakit kepala akibat sinus dan tekanan hidung. Dengan mengeluarkan gigi yang bermasalah, Anda juga akan menghindari gangguan sinus dan hidung tersumbat.

Ekstraksi gigi adalah tindakan medis yang dilakukan berdasarkan minat dan kebaikan pasien. Sama seperti semua tindakan medis lainnya, risiko ekstraksi gigi untuk menyebabkan komplikasi, seperti infeksi, proses penyembuhan yang lambat, rasa sakit, dan mati rasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.