Bahaya Dampak Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua

Bahaya Dampak Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua

infokeluargasehat.com – Bahaya Dampak Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua. Halo semuanya kita bertemu lagi dengan admin yang saat ini sedang memberikan informasi tentang Kurangnya Kasih Sayang Anak yang sedang dicari di berbagai media sosial, dan jika kalian penasaran maka simak terus sampai selesai.

Urusan pekerjaan bisa membuat orang tua seolah tidak punya waktu untuk anaknya. Akibatnya, anak menjadi kurang perhatian dan kasih sayang. Hal ini jangan dibiarkan berlarut-larut lho, karena bisa berdampak negatif bagi perkembangan anak.

Seiring bertambahnya usia, anak-anak akan menjadi lebih pintar dan lebih mandiri. Beberapa orang tua berpikir bahwa anak-anak mereka dapat dibiarkan sendiri untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai atau bermain sendiri, jadi tidak masalah jika mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja atau rapat.

Sebenarnya anggapan ini salah. Berapapun usia anak, perhatian dan kasih sayang dari orang tua sangat dibutuhkan dan berperan penting dalam menunjang proses tumbuh kembangnya.

Dampak Yang Terjadi Saat Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua

Banyaknya aktivitas sehari-hari bukan menjadi alasan Mom dan Dad tidak bisa meluangkan waktu untuk anak-anaknya, kan? Karena selain menyediakan makanan yang bergizi, pakaian yang bagus, dan rumah yang nyaman, pemenuhan kebutuhan emosional anak juga tidak kalah pentingnya.

Perlu Bunda dan Ayah ketahui, ada banyak dampak negatif yang bisa dialami anak jika kurang mendapat perhatian dari Anda, di antaranya:

1. Krisis kepercayaan diri

Salah satu dampak kurangnya perhatian orang tua terhadap anak adalah anak mengalami krisis kepercayaan diri dan menganggap dirinya kurang berharga dibandingkan teman-temannya yang lain.

Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak ketika Ibu dan Ayah tidak menghabiskan cukup waktu bersama mereka, tidak menghargai hal-hal positif yang telah mereka capai, dan tidak mengetahui kemampuan atau prestasi mereka.

Akibatnya, anak akan merasa tidak diakui, tidak dicintai, dan tidak diperhatikan. Hal ini dapat membuatnya merasa minder atau minder ketika ingin melakukan sesuatu, terutama di depan orang banyak.

2. Gangguan jiwa

Anak yang kurang perhatian dibandingkan orang tuanya biasanya memiliki kadar serotonin yang lebih rendah. Padahal, serotonin adalah hormon yang dibutuhkan untuk meningkatkan mood.

Selain itu, anak juga menjadi lebih mudah marah dan tertekan karena kadar kortisolnya cenderung meningkat. Pada akhirnya, dua kondisi ini membuat anak lebih berisiko mengalami gangguan mental, seperti stres, gangguan kecemasan, hingga depresi.

3. Tidak ada ikatan emosional antara anak dan orang tua

Meluangkan waktu untuk anak-anak atau melakukan waktu keluarga tidak cukup hanya untuk menemani mereka bermain dan belajar. Hal ini juga membutuhkan perhatian, komunikasi, atau sikap yang dapat memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tua. Hal ini sangat penting untuk perkembangan emosional, sosial dan kognitif anak.

Jika orang tua kurang memperhatikan anak, bukan tidak mungkin hubungan antara anak dan orang tua akan renggang. Anak bisa mengalami kesulitan untuk dekat dengan orang tuanya, mencurahkan isi hatinya, atau menceritakan peristiwa yang dialaminya setiap hari.

4. Gangguan perilaku

Kurangnya perhatian dari orang tua dapat meningkatkan risiko gangguan perilaku pada anak, seperti mencuri, membuat onar, dan melakukan bullying. Semua hal negatif tersebut dilakukan oleh anak semata-mata untuk mendapatkan perhatian dari orang tua atau orang-orang di sekitarnya.

5. Sulit dalam suatu hubungan

Karena tidak memiliki hubungan yang dekat dengan orang tuanya, bahkan seorang anak yang kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya dapat mengalami kesulitan menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain.

Hal ini dapat menyebabkan anak tidak memiliki teman. Sebagai orang dewasa, bukan tidak mungkin anak-anak akan kesulitan menjalin hubungan dengan pasangan atau rekan kerjanya nantinya. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi kehidupan dan masa depan anak.

6. Perkembangan kognitif belum optimal

Perhatian orang tua berupa sentuhan kasih sayang, seperti pelukan, ciuman, dan belaian, membantu perkembangan kognitif anak, lho. Oleh karena itu, kurangnya stimulasi tersebut dapat menyebabkan

Akhir Kata

Mungkin informasi yang kami sajikan di sini dapat membantu dan menemukan apa yang Anda cari. Jangan Lupa Untuk Selalu Mengunjungi Kembali Website Kami Karena akan Selalu memberikan informasi terbaru, Terima kasih banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *