Ensefalitis Jepang Di NE India: 30 Meninggal Di Assam, 3 Kasus Dilaporkan Dari Nagaland

infokeluargasehat.com – Ensefalitis Jepang Di NE India: 30 Meninggal Di Assam, 3 Kasus Dilaporkan Dari Nagaland. Ensefalitis Jepang sedang meningkat di negara bagian Assam dan Nagaland. Ketahui semua tentang infeksi virus yang disebabkan oleh vektor ini.

Japanese Encephalitis (JE) merupakan penyakit zoonosis tular vektor yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. JE adalah infeksi otak virus yang mengakibatkan peradangan jaringan otak. Jika hal ini tidak diobati, peradangan jaringan otak dapat menyebabkan kerusakan neuron yang tidak dapat diperbaiki. Menurut dokter, hal itu mempengaruhi kelompok usia anak dari 0 hingga 14 tahun.

Negara bagian Nagaland dan Assam baru-baru ini melaporkan kasus Japanese Encephalitis. Nagaland telah melaporkan 3 kasus. Sejauh ini belum ada laporan kematian di Nagaland. Tetapi di Assam, di antara orang yang terinfeksi, 30 orang telah meninggal. Menurut data Misi Kesehatan Nasional, jumlah total kasus sekarang telah menjadi 183 di negara bagian.

Ensefalitis Jepang Adalah Endemik Di India

Ensefalitis Jepang Di NE India: 30 Meninggal Di Assam, 3 Kasus Dilaporkan Dari Nagaland

Virus ini telah menjadi penyebab endemik di India sebelumnya juga. Daerah pedesaan khususnya sangat terpengaruh. Iklim di India merupakan salah satu faktor mengapa penyakit ini menyebar setiap tahun. Kepadatan vektor mencapai puncaknya di daerah beriklim sedang selama akhir musim panas, awal musim hujan dan juga selama puncak monsun.

Perlunya Imunisasi Untuk Japanese Encephalitis

Dr. Ramesh Sungal seorang Dokter Anak di Rumah Sakit Apollo dan Perawatan Anak Rutheek, Bangalore mengatakan sehubungan dengan imunisasi ensefalitis, “Banyak kasus tidak terdeteksi pada tahap awal, karena gejala awal yang dominan termasuk muntah dan nyeri gastrointestinal disalahartikan sebagai penyakit lain. Setiap tahun, sebagian besar kasus yang kita lihat kira-kira pada anak-anak adalah selama musim hujan.”

Dia juga berbicara tentang tingkat keparahan virus, “Kasus berat ditandai dengan timbulnya demam tinggi, kejang, disorientasi, dan bahkan koma. Untuk menghindari komplikasi seperti itu, sangat penting untuk mempromosikan cakupan imunisasi. Vaksin aman dan efektif, pilihan berbasis bukti untuk mencegah penyakit. Imunisasi luas dapat secara signifikan mengurangi beban penyakit di seluruh populasi.”

Imunisasi adalah kunci untuk menghindari berjangkitnya penyakit ini. Namun, begitu penyakit telah menyebar, para ahli harus lebih fokus pada pengelolaan gejala pada pasien dan mencoba membatasi efek samping penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.