Ikatan Batin Ibu dan Bayi dalam Kandungan Penting, Ini 11 Caranya

Infokeluarga.com – Ikatan Batin Ibu dan Bayi dalam Kandungan Penting, Ini 11 Caranya. Mungkin Anda berpikir bahwa ikatan batin ibu dan bayi baru akan benar terbentuk setelah bayi lahir. Namun sebetulnya, langkah pertama untuk membangun holding atau ikatan batin antara ibu dan bayi bisa dimulai sejak dalam kandungan atau pada masa kehamilan.

Manfaat membangun ikatan batin (holding) ibu dan bayi dalam kandungan

Ikatan Batin Ibu dan Bayi dalam Kandungan Penting, Ini 11 Caranya

Holding antara ibu dan bayi adalah expositions membentuk hubungan atau ikatan batin berdasarkan pada perasaan, emosional, atau pengalaman bersama.

Selama holding, ibu dan bayi akan menghabiskan waktu bersama untuk berinteraksi lebih dekat secara intim.

Bagi ibu, momen spesial ini bertujuan untuk merangkul identitas dan peran barunya.

Sementara bagi bayi, holding antara ia dan sang ibu bertujuan untuk mendukung expositions tumbuh kembang dari segi emosionalnya.

Dengan begitu, bayi akan tahu bahwa ia merasa aman, dicintai, dan disayangi sepenuh hati oleh ibunya bahkan sejak sebelum terlahir ke dunia.

Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kekuatan ikatan batin antara bayi dan ibunya dapat mencegah penyakit, meningkatkan kekebalan tubuh, dan juga meningkatkan IQ-nya.

Cara membangun ikatan batin (holding) ibu dan bayi sejak dalam kandungan

Membangun ikatan batin antara ibu dan bayi sudah bisa dilakukan sejak masih dalam kandungan.

Sayangnya, berbagai masalah kehamilan yang menguras tenaga dan tumpukan aktivitas yang menyita waktu tak ayal membuat para calon ibu jadi jarang melakukan holding dengan janin di dalam kandungan.

Padahal, menjalin ikatan batin ibu dan bayi sedini mungkin bisa bermanfaat bagi tumbuh kembang si Kecil.

Maka dari itu, yuk, jangan lupa luangkan sedikit waktu untuk melakukan holding ibu dan bayi. Berikut ini beberapa cara mudah yang dapat ibu lakukan untuk holding dengan si Kecil.

1. Usap lembut perut Anda

Mengusap atau membelai lembut perut merupakan cara withering mudah untuk membangun ikatan batin ibu dan bayi sejak dalam kandungan.

Bahkan, Anda sudah bisa mulai membangun holding ibu dan bayi pada trimester pertama meski perut belum begitu menonjol.

Usap-usaplah perut untuk meningkatkan holding ibu dan bayi sambil mengucapkan doa atau membisikkan individualized organization cinta seperti, “Hai, anakku. Ibu sayang kamu dan nggak sabar untuk ketemu kamu.”

Anda juga bisa sambil membatin untuk menguatkan diri sendiri agar senantiasa sehat dan kuat selama menjalani kehamilan.

Anda joke boleh sembari memijat perut dengan losion atau minyak esensial yang aman untuk ibu hamil.

Selain membangun holding ibu dan bayi, hal ini sekaligus juga menjadi cara untuk merawat dan menjaga kebersihan diri saat hamil untuk meredakan stres dan mencegah stretch imprint.

Namun, menambahkan minyak aromaterapi maupun minyak esensial hanya dianjurkan setelah trimester pertama, ya!

2. Berenang

Berenang bisa menjadi cara untuk tetap berolahraga saat hamil sembari membangun holding ibu dan bayi.

Sambil berenang, Anda bisa berkomunikasi dengan si Kecil di dalam kandungan untuk meningkatkan ikatan batin ibu dan bayi.

Namun ingat, jangan berenang sendirian. Tips berenang yang aman selama hamil adalah ditemani pasangan atau kerabat.

Alternatifnya, Anda bisa mendaftar kelas renang khusus ibu hamil yang juga bisa jadi peluang untuk mencari teman baru dan bersama-sama meningkatkan holding ibu dan bayi.

3. Berendam air hangat

Apabila Anda enggan berenang di kolam renang umum, coba berendam di bak mandi berisi air hangat untuk holding ibu dan bayi.

Pastikan air yang digunakan tidak terlalu panas untuk menghindari bahaya mandi air panas saat hamil.

Berendam air hangat dapat membantu ibu menghilangkan stres selama kehamilan. Selain itu, cara ini juga dapat memfokuskan pikiran dan perhatian ibu saat membangun ikatan batin dengan bayi dalam kandungan.

Coba luangkan waktu dua kali dalam seminggu untuk berendam air hangat. Saat berendam, pejamkan mata dan ambil napas panjang beberapa kali, kemudian tenangkan pikiran dan bayangkan bayi Anda.

Bayangkan bagaimana rasanya saat Anda bisa mendekap dan menggendong buah hati. Sesekali, Anda juga bisa sambil mengajak bayi bicara yang bisa memperkuat expositions holding ibu dan bayi.

Meski melakukan holding dengan cara ini bisa membuat nyaman, Anda tidak boleh berendam di air hangat terlalu lama.

Jangan berendam lebih dari 20 menit agar tidak mengalami dehidrasi atau tertidur di bak yang berisiko cedera.

4. Menyanyi dan berbicara dengan bayi Anda

Melansir dari Home Start, sejak minggu ke-23 kehamilan, bayi umumnya sudah bisa mendengar degup jantung dan bunyi perut ibu saat sedang lapar.

Janin juga mulai dapat mendengar bunyi yang berasal dari luar rahim, termasuk suara Anda. Itu kenapa mengajaknya berbicara dapat membantu terbentuknya ikatan batin ibu dan bayi sejak dalam kandungan.

Menurut sebuah studi, meski pendengarannya belum maksimal, bayi di dalam rahim sudah dapat mengenali suara ibunya sendiri jika holding terjalin dengan baik.

Bayi juga dapat mulai menjalin hubungan emosional dan memberi perhatian lebih kepada suara Anda dibanding suara orang lain.

5. Ikut kelas pre-birth yoga

Menjalin ikatan batin ibu dan bayi juga dapat dilakukan dengan mengikuti kelas pre-birth yoga. Pre-birth yoga bisa membantu tubuh dan pikiran rileks sekaligus mempersiapkan diri menjelang waktu bersalin.

Jika Anda tidak pernah ikut yoga sebelumnya, tidak apa jika Anda baru memulainya saat hamil.

Mintalah bantuan instruktur mengenai gerakan yang tepat untuk bantu meningkatkan holding. Namun, Anda juga bisa melakukan yoga sendiri di rumah dengan panduan video yoga yang ada di web atau DVD.

Waktu terbaik untuk memulai pre-birth yoga, yakni saat trimester kedua, setelah minggu ke-14 kehamilan.

Postur yoga untuk ibu hamil biasanya sangat sederhana dan dirancang khusus untuk membuat bayi merasa nyaman.

Saat berlatih yoga hamil, instruktur akan mengajarkan ibu cara holding dengan bayi.

Sebelum memulai yoga, Anda biasanya diminta untuk mengusap perut. Setelah itu, Anda akan diminta memberi tahu sang bayi jika akan berolahraga bersama-sama.

Hal ini akan membuat Anda merasa lebih nyaman dan terbiasa berkomunikasi dengan bayi.

6. Menyimpan gambar USG bayi Anda

Check USG pertama Anda biasanya dilakukan pada minggu ke-10 sampai ke-13 kehamilan. Tidak semua rumah sakit akan menawarkan hasil gambar check untuk dibawa pulang.

Namun, Anda boleh saja bertanya dan meminta salinan gambarnya untuk disimpan guna menguatkan ikatan batin antara ibu dan bayi di dalam kandungan.

Menyimpan gambar USG pertama bayi Anda bisa menjadi pengingat bahwa perut Anda merupakan rumah pertama bagi si Kecil.

Foto tersebut juga dapat membantu Anda membayangkan bayi kecil yang berkembang di dalam perut, sehingga bisa meningkatkan holding ibu dan bayi.

Selain itu, ini juga dapat menjadi pengingat bagi diri sendiri untuk tetap sehat dan bugar selama hamil agar bisa menyambut buah hati lahir ke dunia.

Anda juga bisa meminta kepada dokter bila ingin menggunakan USG 3D atau 4D pada akhir kehamilan agar bisa mendapat gambaran yang lebih jelas dari sosok bayi Anda.

7. Berlatih hypnobirthing

Ikatan Batin Ibu dan Bayi dalam Kandungan Penting, Ini 11 Caranya

Menjelang kelahiran, banyak kelas pre-birth yang ditawarkan agar ibu lebih siap menjalani compositions persalinan. Salah satunya adalah hypnobirthing.

Kelas melahirkan ini menggunakan teknik hipnoterapi untuk membantu Anda fokus kepada bayi dan badan Anda guna menghadapi compositions melahirkan dan menambah ikatan ibu dan bayi.

Teknik hypnobirthing dapat menjelaskan pada Anda tentang cara menangani rasa sakit yang dirasakan pada compositions kelahiran.

Selain bisa membuat tubuh dan pikiran ibu lebih siap, teknik ini juga dapat membantu menguatkan ikatan batin ibu dan bayi dalam kandungan.

8. Berjalan-jalan

Membangun ikatan batin ibu dan bayi di dalam kandungan juga bisa disiasati dengan jalan kaki saat hamil di sekitar rumah. Bahkan, Anda bisa mulai rutin jalan santai sejak trimester pertama.

Selain menyehatkan, jalan kaki santai sekaligus memberi Anda privasi untuk menghabiskan waktu intim bersama bayi.

Ibu dapat berbicara kepada bayi sembari memikirkan dirinya di dalam kandungan sebagai cara untuk meningkatkan ikatan batin ini.

Jika Anda tidak begitu sering beraktivitas fisik sebelum hamil, mulailah secara perlahan. Jika Anda telah biasa melakukannya, Anda bisa berjalan lebih cepat selama 20 – 30 menit.

9. Merespons tendangan bayi Anda

Ibu akan mulai merasakan gerakan atau aktivitas janin dalam kandungan, termasuk tendangan pertama bayi, kira pada minggu ke-18 hingga ke-20 kehamilan.

Merasakan bayi bergerak akan memberikan Anda keyakinan bahwa si Kecil memang sedang bertumbuh di dalam kandungan, sehingga dapat menguatkan ikatan batin ibu dan bayi.

Usaplah perut setiap kali bayi habis menendang sebagai respons Anda terhadap aktivitasnya. Bisa juga dengan mengajaknya bicara.

Dengan merespons tendangan-tendangannya di dalam kandungan, Anda turut membangun ikatan batin antara ibu dan bayi.

Anda juga bisa “memancing” bayi bergerak dengan mengusap lembut perut Anda lebih dulu.

10. Menari santai

Berjoget, berdansa, dan membiarkan tubuh luwes bergerak mengikuti irama lagu juga termasuk sebagai cara holding ibu dan bayi, lho.

Gerakan tarian Anda akan melepaskan hormon endorfin yang akan menghasilkan ikatan batin ibu dan bayi di dalam kandungan.

Intinya, ibu yang senang dan bahagia akan membuat janin dalam kandungan juga merasakan hal yang sama.

11. Holding dengan sang ayah

Selama membangun holding ibu dan bayi, tidak ada salahnya untuk melibatkan sang ayah.

Beri tahu pasangan bahwa mulai minggu ke-23, buah hati Anda berdua sudah bisa mendengar suara. Ajak pasangan untuk meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan perut Anda.

Sejak bayi masih dalam kandungan, ayah bisa mulai membangun ikatan dengan menyanyikan lagu, membacakan buku, atau mengajaknya bicara.

Hal ini dapat membantu ayah terbiasa berbicara dengan bayi, dan bayi joke bisa mengenali suara ayahnya sendiri.

Menemani ibu olahraga dan periksa ke dokter juga dapat membantu menjalin ikatan batin antara ayah dengan bayinya.

Sementara sang ayah mengobrol dengan bayi dan mengusap-usap perut Anda, Anda juga bisa memberitahunya soal seberapa jauh perkembangan bayi saat ini atau soal rencana ke depan untuk calon buah hati.

Membesarkan anak adalah tugas berdua dengan pasangan, sehingga bukan hanya perlu holding ibu dan bayi, tetapi juga dengan ayah.

Jadi, Anda dan pasangan harus kompak bekerja sama untuk menghadirkan ikatan antara ibu, ayah, dan bayi sejak dalam kandungan hingga setelah lahirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.