Kenali Gejala Kanker Paru-Paru Stadium Awal, Yang Perlu Kamu Ketahui

Kenali Gejala Kanker Paru-Paru Stadium Awal, Yang Perlu Kamu Ketahui

Infokeluarga.com – Kenali Gejala Kanker Paru-Paru Stadium Awal, Yang Perlu Kamu Ketahui. Gejala kanker paru-paru stadium awal seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Gejala penyakit ini biasanya baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala kanker paru stadium awal agar pengobatan dapat dilakukan sejak dini.

Kanker paru-paru merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker di dunia. Menurut WHO, diperkirakan sekitar 1,7 orang meninggal karena kanker paru-paru pada tahun 2015.

Salah satu penyebab tingginya angka kematian akibat kanker paru-paru adalah sulitnya mendeteksi gejala yang ditimbulkan oleh kanker ini sejak dini. Hal ini membuat banyak kasus kanker paru baru terdiagnosis setelah memasuki stadium lanjut dan semakin sulit diobati.

Gejala Kanker Paru-Paru Stadium Awal

Tidak mudah untuk mengenali adanya gejala kanker paru-paru pada stadium dini. Sebagian besar gejala penyakit ini seringkali mirip dengan penyakit lain, seperti tuberkulosis, efusi pleura, pneumonia, bronkitis, dan abses paru.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang dapat muncul pada kanker paru stadium awal:

1. Batuk terus menerus

Batuk bisa disebabkan oleh kondisi ringan, seperti flu atau iritasi saluran pernapasan. Namun, jika batuk tidak berhenti selama lebih dari 2 minggu, itu bisa menjadi tanda kanker paru-paru.

Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap, termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang seperti rontgen dada.

2. Batuk berdarah

Batuk kronis dengan darah atau darah dalam dahak bisa menjadi gejala kanker paru-paru stadium awal. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter.

3. Sesak nafas

Sesak napas atau terengah-engah saat melakukan aktivitas sederhana juga bisa menjadi tanda kanker paru-paru stadium awal. Sesak napas dapat terjadi karena sel kanker menghalangi saluran udara atau penumpukan cairan di sekitar paru-paru.

Namun, sesak napas bukan hanya tanda kanker paru-paru. Sesak napas saat melakukan aktivitas ringan juga bisa menjadi gejala gagal jantung.

4. Sakit dada

Kanker paru-paru juga dapat menyebabkan nyeri dada yang dapat menjalar ke bahu atau punggung. Biasanya, rasa sakit ini tajam, datang terus menerus, atau kadang-kadang datang dan pergi.

Nyeri dada juga bisa menjadi gejala penyakit jantung. Namun, nyeri dada akibat kanker paru-paru biasanya bertambah parah saat Anda menarik napas dalam-dalam, batuk, atau tertawa.

5. Suara serak

Suara serak yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung lebih dari 2 minggu bisa menjadi gejala kanker paru stadium awal. Suara serak terjadi ketika sel kanker mempengaruhi saraf yang mengatur pita suara, menyebabkan perubahan pada suara.

6. Mengi

Suara mengi saat Anda menarik atau menghembuskan napas adalah tanda kondisi kesehatan tertentu, seperti alergi atau asma. Namun, itu juga bisa menjadi gejala kanker paru-paru. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter jika mengi tidak kunjung reda dalam waktu 2 minggu.

7. Penurunan berat badan

Orang yang menderita kanker, termasuk kanker paru-paru, biasanya akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Hal ini disebabkan sel kanker menggunakan energi dan mengambil semua nutrisi dalam tubuh.

Jadi jangan abaikan perubahan berat badan Anda, terutama jika itu terjadi ketika Anda tidak mengubah pola makan atau gaya hidup Anda.

Gejala kanker paru-paru juga bisa berupa demam, kelelahan, kesulitan makan atau menelan, pembengkakan pada jari, dan munculnya benjolan mencurigakan di tubuh.

Faktor Risiko Kanker Paru-paru

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker paru-paru. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang perlu Anda ketahui dan hindari:

Kebiasaan merokok dan paparan asap rokok

Kebiasaan merokok atau terlalu sering terpapar asap rokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

Paparan gas radon

Radon adalah gas alam yang dihasilkan dari pemecahan uranium di tanah, air, dan batuan. Paparan atau menghirup gas radon dalam jumlah besar merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Paparan asbes

Bekerja di tambang atau pabrik dapat membuat Anda terpapar asbes. Ini dapat menempatkan Anda pada risiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru. Apalagi jika Anda seorang perokok aktif.

Polusi udara

Terlalu lama berada di tempat yang memiliki tingkat polusi udara tinggi, membuat risiko kanker paru-paru menjadi lebih besar. Sekitar 5 persen kematian akibat kanker paru-paru di seluruh dunia disebabkan oleh polusi udara.

faktor keturunan

Jika salah satu anggota keluarga Anda memiliki riwayat kanker paru-paru, kemungkinan besar Anda terkena penyakit tersebut. Namun, juga menunjukkan bahwa munculnya kanker paru juga berkaitan dengan faktor lingkungan dalam keluarga, seperti merokok dan paparan polusi di lingkungan sekitar.

Setelah mengetahui berbagai faktor risiko kanker paru-paru, diharapkan Anda menyadari pentingnya menjalani pola hidup sehat mulai dari sekarang. Anda dapat melakukannya dengan berhenti merokok, berolahraga secara teratur, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.