Memahami Katarak Traumatis dan Penanganannya

Memahami Katarak Traumatis dan Penanganannya

Infokeluargasehat.com – Memahami Katarak Traumatis dan Penanganannya. Katarak traumatis adalah kondisi ketika lensa mata menjadi keruh karena cedera atau cedera pada mata. Kondisi ini dapat terjadi dalam waktu singkat atau bahkan bertahun – tahun setelah mata terluka. Jika tidak segera dirawat, katarak traumatis dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan penglihatan. Bagian mata ini terdiri dari air dan protein dan biasanya terlihat jelas. Namun, seiring bertambahnya usia, struktur protein dalam lensa mata dapat berubah dan membuat lensa mata menjadi lebih keruh secara bertahap. Inilah yang memicu katarak.

Selain penuaan, katarak juga dapat disebabkan oleh hal – hal lain, seperti cacat bawaan (katarak bawaan) dan tabrakan, cedera, atau cedera pada mata. Katarak yang terjadi karena cedera atau cedera dikenal sebagai katarak traumatis.

Penyebab dan gejala katarak traumatis

Katarak traumatis disebabkan oleh tabrakan atau cedera karena benda tumpul atau benda tajam di mata. Selain itu, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh kerusakan mata akibat sinar inframerah, sengatan listrik, paparan bahan kimia keras, radiasi.

Saat menderita cedera yang cukup parah, lensa mata dapat menggeser atau mengalami robekan, menyebabkan katarak traumatis. Cedera atau cedera pada mata juga dapat menyebabkan lensa mata mengalami peradangan, sehingga lensa menjadi keruh.

Gejala katarak traumatis umumnya tidak jauh berbeda dari gejala katarak secara umum. Berikut ini adalah beberapa gejala katarak traumatis yang dapat dialami penderita:

  • Penglihatan kabur
  • Sulit dilihat di malam hari
  • Penglihatan ganda
  • Mudah terasa menyilaukan atau peka terhadap cahaya
  • Sepertinya ada lingkaran saat dia melihat cahaya
  • Warnanya terlihat pudar atau tidak cerah

Langkah penanganan katarak traumatis

Sampai sekarang, operasi mata dan penggantian lensa mata masih merupakan langkah utama dalam menangani katarak traumatis. Operasi langkah dapat dilakukan jika katarak traumatis muncul karena cedera parah pada mata atau seseorang yang memiliki kondisi tertentu, seperti:

  • Masalah penglihatan yang parah atau bahkan kebutaan
  • Peradangan lensa mata
  • Glaukoma
  • Pecahnya kapsul lensa mata
  • Ablasi retina

Ada beberapa hal yang dipertimbangkan oleh dokter mata sebelum merekomendasikan operasi, termasuk:

Keparahan katarak traumatis

Dokter akan menentukan apakah katarak traumatis relatif ringan, parah, atau telah menyebabkan kebutaan. Langkah ini juga diambil untuk menentukan perawatan lain, seperti penggunaan obat dan metode operasi yang akan digunakan.

Kondisi keseluruhan pasien

Pasien dengan katarak traumatis yang menderita diabetes dan tekanan darah tinggi lebih berisiko komplikasi sebelum dan sesudah operasi. Oleh karena itu, pemeriksaan kondisi kesehatan reguler diperlukan untuk mengendalikan kadar gula darah dan tekanan darah.

Metode anestesi untuk operasi katarak traumatis

Operasi katarak dapat dilakukan dalam pengaruh anestesi total atau anestesi lokal. Metode anestesi atau anestesi yang akan digunakan tergantung pada keparahan katarak traumatis, kondisi kesehatan pasien, serta jenis operasi mata yang akan dilakukan dokter.

Operasi katarak dilakukan dengan mengangkat lensa mata yang keruh, kemudian menggantinya dengan lensa buatan. Lensa mata buatan ini terbuat dari plastik yang aman, akrilik, atau silikon.

Setidaknya seminggu sebelum operasi, dokter mata akan melakukan pemeriksaan mata dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Ini untuk memastikan apakah pasien dapat menjalani operasi katarak yang aman, sambil menentukan jenis lensa yang akan digunakan sebagai lensa pengganti.

Operasi katarak adalah prosedur yang cukup aman dan prosesnya berlangsung dengan cepat, sehingga penderita katarak traumatis dapat melihat dengan jelas seperti sebelumnya.

Dalam kasus tertentu, dokter juga akan menyarankan pasien untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak untuk meningkatkan ketajaman penglihatan.

Untuk mencegah katarak traumatis, Anda disarankan untuk menggunakan kacamata pelindung saat melakukan kegiatan dengan risiko cedera pada mata, misalnya olahraga ekstrem, eksperimen di laboratorium, atau zat besi pengelasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.