Mengenal Scopophobia, Rasa Takut Berlebihan Saat Ditatap

infokeluargasehat.com – Mengenal Scopophobia, Rasa Takut Berlebihan Saat Ditatap. Rasa takut hiperbola pada sebuah objek, mahkluk hidup, atau suasana eksklusif yang dialami pengidap fobia terkadang sulit dijelaskan. Tidak benar satunya ialah fobia selagi saksikan tatapan berasal dari orang lain atau yang juga dikenal sebagai scopophobia.

Apa tersebut scopophobia?

scopophobia adalah ketakutan yang hiperbola dan bukan masuk akal kala ditatap. Tidak benar satu bentuk gangguan kecemasan ini mampu muncul di dalam taraf keparahan yang berbeda.

Seseorang barangkali akan merasa benar-benar takut sementara beroleh tatapan yang mengintimidasi, misalnya pas melaksanakan wawancara kerja atau berpidato di depan generik.

Akan namun, suasana yang juga disebut sebagai scoptophobia ini mampu muncul waktu kontak mata biasa, layaknya ketika berbincang bersama dengan pasangan atau teman.

Orang bersama dengan fobia kala ditatap cenderung menghindari kondisi yang mengharuskan mereka kontak mata bersama orang lain. Hal ini pasti terlalu mengganggu kehidupan sosialnya.

Vital untuk langsung menemui dokter atau psikolog. Pasalnya, rasa takut yang dialami oleh pengidap scopophobia cenderung memburuk bila bukan ditangani.

Tanda dan gejala scopophobia

Mengenal Scopophobia, Rasa Takut Berlebihan Saat Ditatap

scopophobia digolongkan sebagai gangguan kecemasan sosial (Social anxiety disorder). Gejala yang dialami tiap-tiap orang bukan selalu mirip, tergantung terhadap taraf keparahannya.

Orang yang mempunyai fobia ini umumnya akan merasa bukan nyaman sementara ditatap. Mereka juga lebih rentan mengalam erythrophobia, yakni ketakutan hiperbola akan paras yang memerah.

Tak sekedar kedua hal ini, tersedia pula sejumlah gejala fobia secara psikologis dan fisik layaknya berikut.

Gejala psikologis

  • berusaha mempertahankan jeda atau menghindari serupa sekali hubungan bersama dengan orang lain.
  • ketakutan dan kecemasan yang intens selama berada di dalam suasana sosial.
  • bukan sanggup untuk fokus dan konsentrasi penuh sesudah menghadapi kondisi sosial.
  • takut akan gejala fisik yang menimbulkan rasa malu, layaknya berkeringat, muka memerah, dan juga nada dan tubuh gemetar.
  • risi hiperbola akan mempermalukan diri sendiri di depan orang lain.

gejala fisik

  • wajah memerah.
  • detak jantung cepat.
  • tubuh gemetar.
  • otot tegang.
  • berkeringat.
  • sakit perut.
  • merasa mual.
  • kesulitan mengatur pernapasan.
  • pusing dan sakit kepala mudah.

bukan seluruh pengidap gangguan ini mengalami gejala yang serupa. Kemungkinan terdapat gejala lain yang dialami dan belum tercantum terhadap daftar di atas.

Jikalau Kamu masih ragu terhadap tanda dan gejala scopophobia, konsultasikan bersama dengan dokter atau psikolog untuk meraih kabar lebih lanjut.

Mengapa seseorang mengalami fobia pas ditatap?

penyebab scopophobia belum diketahui bersama tentu. Akan tapi, terhadap beberapa persoalan, hal ini bisa berlangsung sehabis seseorang mengalami trauma psikologis.

Orang yang mengalami kecelakaan atau perundungan (Bullying) terhadap era anak-anak sampai remaja lebih berisiko mengalami fobia akan tatapan orang lain.

Di samping tersebut, seseorang yang mengidap epilepsi atau sindrom Tourette juga berpeluang lebih tinggi untuk mengalami type gangguan kecemasan sosial ini.

Kedua suasana itu sanggup membawa dampak mobilitas-gerik tubuh secara impulsif. Hal ini pasti akan menarik perhatian orang lain dan mengakibatkan pengidapnya merasa bukan nyaman.

Penaksiran scopophobia

jika Kamu atau orang terdekat mengalami gejala fobia saksikan tatapan, langsung konsultasi bersama dengan dokter atau psikolog supaya gangguan mental ini sanggup teratasi bersama dengan baik.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Dsm-5) bukan menjelaskan scopophobia secara spesifik. Tapi, suasana ini bisa didiagnosis sebagai gangguan kecemasan sosial.

Adapun, sebagian kriteria penaksiran untuk gangguan kecemasan sosial yakni sebagai berikut.

  • Ketakutan atau kecemasan pada satu atau lebih kondisi sosial yang mengharuskan adanya hubungan atau supervisi berasal dari orang lain.
  • ketakutan pada tindakan yang muncul implikasi gejala kecemasan yang diakui sanggup memalukan atau menyinggung orang lain.
  • segala suasana sosial hampir selalu menimbulkan ketakutan dan kecemasan.
  • menghindari suasana sosial atau menghadapinya, namun bersama ketakutan dan kecemasan yang intens.
  • ketakutan dan kecemasan bukan sebanding bersama dengan ancaman sebenarnya yang mampu timbul berasal dari sebuah keadaan sosial.
  • kecemasan, ketakutan, dan penghindaran terjadi selama enam bulan atau lebih dan juga mengakibatkan gangguan di dalam kehidupan sosial.
  • gejala yang timbul bukan disebabkan dampak penyalahgunaan obat atau zat adiktif lain.
  • gejala bukan sanggup dijelaskan oleh kondisi maupun penaksiran lain.

tak sekedar tersebut, orang itu juga akan merintis tes fisik dan wawancara untuk menyingkirkan mungkin suasana lain di luar yang menyebabkan scopophobia.

Cara mengatasi scopophobia

berbagai metode sanggup ditunaikan untuk mengobati fobia, di antaranya terapi psikologis (Psikoterapi), obat-obatan, maupun kombinasi keduanya.

1. Psikoterapi

terapi psikologis atau psikoterapi menopang mengatasi bermacam gangguan mental. Di dalam menanggulangi fobia, psikolog Kamu sanggup memberi tambahan terapi pemaparan dan terapi konduite kognitif.

Terapi paparan (Exposure therapy): menopang secara bertahap menghadapi kondisi yang kerap dihindari gara-gara menimbulkan kecemasan.

terapi konduite kognitif (Cognitive behavioral therapy): mendukung mengenali pola pikir dan konduite negatif selagi bereaksi terhadap pemicu kecemasan, lalu mengubahnya sehingga lebih positif.

2. Obat-Obatan

beberapa style obat-obatan, terhitung obat penenang dan antidepresan miliki kegunaan untuk mengobati gejala kecemasan yang timbul waktu menghadapi kondisi sosial.

Meski efektif untuk kurangi gejala yang timbul implikasi scopophobia, pemakaian obat medis sebaiknya mesti sesuai bersama izin dan resep berasal dari dokter Kamu.

Scopophobia adalah keadaan yang mampu membatasi kehidupan sosial seseorang. Apabila bukan ditangani, suasana ini akan membatasi kegiatan sehari-hari pengidapnya secara bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published.