Obat Penyakit Asam Lambung (GERD) Pada Bumil

Bukan hal yang aneh bagi ibu hamil mengalami sakit asam lambung. Keluarga sehat tentu menginginkan selalu dalam kondisi bugar, bukan? Maka saat bumil mengalami sakit asam lambung, pasti akan dicari penyebabnya dan diobati dengan segera. Apalagi penyakit asam lambung saat hamil itu bisa menimbulkan masalah serius lho!

Biasanya penyakit asam lambung atau GERD ini terjadi pada trimester dua dan tiga. Jadi, asam lambung naik ke kerongkongan serta menimbulkan gejala seperti terbakar. Ada beberapa hal yang membuat ibu hamil mengalami kondisi ini. Misalnya saja karena lambung tertekan membesarnya rahim.

Dampak Penyakit Asam Lambung Saat Hamil

Walaupun sebuah gejala yang umum terjadi pada ibu hamil, namun tak boleh diabaikan. Sebab jika diabaikan bisa mengakibatkan masalah serius. Berikut adalah beberapa kemungkinan komplikasi dari penyakit GERD ini : 

Luka di Kerongkongan atau Ulkus esofagus

Luka yang terjadi pada dinding kerongkongan ini disebabkan asam lambung yang naik. Memang awalnya hanya menyebabkan radang atau esofagitis. Jika terus terjadi, maka hasilnya adalah muncul luka yang membuat susah menelan dan nyeri.

Bahkan luka tersebut juga bisa sangat dalam, bahkan sampai pendarahan. Walau memang pendarahannya sedikit, namun bagi ibu hamil bisa sebabkan anemia.

Jaringan parut atau Striktur esofagus

Tak hanya berkembang menjadi luka, ternyata radang pada kerongkongan yang disebabkan asam lambung itu akan membentuk jaringan parut. Jadi jaringan parut ini membuat kerongkongan sempit dan susah menelan.

Esofagus Barret

Yang satu ini adalah kondisi saat jaringan pada dinding kerongkongan bagian bawah berubah menjadi mirip dengan jaringan pada dinding usus. Memang kondisi ini tidak disertai dengan gejala tertentu, tetapi akan meningkatkan risiko terjadinya kanker esofagus lho.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Asam Lambung Saat Hamil

Jika ibu hamil mengalami gejala tersebut, maka datanglah ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan berbagai obat yang aman.

Misalnya :

Antasida

Obat yang akan menetralkan asam lambung. Hanya saja obat ini dapat mengganggu penyerapan zat besi di usus juga. Karena itu hanya boleh sesuai resep dokter saja.

Omeprazole

Obat yang akan mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung. Biasanya diresepkan untuk diminum sekali sehari sebelum makan saja.

Ranitidin

Bisa meringankan asam lambung, karena mengurangi produksi asam lambungnya. Bisa diminum 2 kali sehari namun ada efek samping seperti sembelit, sakit kepala dan mengantuk.

Itulah beberapa obat-obatan dari dokter dapat mengurangi gejala penyakit asam lambung. Pastikan juga pengobatan ini diiringi dengan pola makan yang sesuai pedoman keluarga sehat, ya!

Leave A Reply

Your email address will not be published.