Perlukah Mengganti Sikat Gigi setelah Flu dan Pilek?

infokeluargasehat.com – Perlukah Mengganti Sikat Gigi setelah Flu dan Pilek?. Sesudah sembuh berasal dari flu atau pilek, Kamu tentunya bukan idamkan lagi terjangkit virus tersebut kembali. Oleh sebab tersebut, Kamu mesti membersihkan seluruh barang dan permukaan kotor yang barangkali terpapar virus.

Di antara benda-benda yang kudu diganti dan dibersihkan, Kamu bisa saja dilema apakah wajib membuang sikat gigi dan menggantinya bersama yang baru.

Gagasan membuang sikat gigi dan cuman membeli yang baru memang tampak lumayan logis. Air liur Kamu jadi penyebab pilek dan flu, baik yang ditularkan lewat batuk atau bersin, dan secara teori, sikat gigi Kamu juga ikut terpapar ketika Kamu menyikat gigi.

Tetapi, bukti bahwa penyakit menyebar lewat pemanfaatan sikat gigi sebenarnya meragukan. Dilansir berasal dari website Bustle, Dr. Neha Vyas mengatakan bahwa pas patogen bisa bertahan hidup di sikat gigi, bukan tersedia bukti yang memadai kuat untuk membuktikan bahwa hal tersebut sanggup sebabkan penyakit.

Ini sebab mutu fundamental berasal dari style kuman yang berakhir di sikat gigi Kamu. Gara-gara hidup di mulut Kamu, ia membutuhkan lingkungan yang hangat dan basah untuk bertahan hidup.

ini terhitung virus flu, yang bisa bertahan hidup di permukaan selama maksimal 24 jam, menurut Layanan Kesegaran Nasional (Nhs) di Inggris.

Waktu sikat gigi basah bisa jadi tempat tinggal bagi bakteri selama lebih dari satu jam, di dalam jangka kala yang lebih lama, sikat gigi tersebut mengering dan bakteri mati. Oleh gara-gara tersebut, Kamu bukan boleh memasukkan sikat gigi ke di dalam kotak kecil. Biarkan sikat terkena udara tiap tiap hari sehabis digunakan.

Tidak Harus Mengganti Sikat Gigi

penularan flu lewat air liur terhadap sikat gigi secara hipotesis barangkali berjalan, namun secara tekhnis terlampau bukan barangkali. Walaupun virus flu mampu menyebar lewat air liur, kelangsungan hidup virus terhadap sikat gigi terbatas, terutama terkecuali Kamu membilasnya bersama air sehabis digunakan.

Kalau Kamu masih menderita flu sesudah itu beri tambahan sikat gigi kepada orang lain dan membiarkan bakteri masuk, maka ia barangkali tertular. Walaupun demikian, air liur juga bisa menghentikan bakteri yang dipindahkan berasal dari satu orang ke orang lain, dikarenakan membawa pertolongan berasal dari platform kekebalan tubuh.

Kalau Kamu bukan berbagi sikat gigi bersama dengan orang lain, maka bukan harus mengganti sikat gigi.
Hal ini gara-gara layaknya yang sudah dibahas, tersebut bukan kemungkinan menginfeksi orang lain. Tak hanya tersebut, tubuh Kamu bukan mampu terkena type flu yang mirip dua kali didalam satu musim.

Satu-Satunya alasan penggantian sikat gigi adalah turunkan risiko secara hipotesis menyebarkan penyakit terhadap orang lain, terutama orang-orang bersama dengan platform kekebalan tubuh rendah yang sikat giginya diletakkan di dekat sikat gigi Kamu.

Kapan Mesti Ganti Sikat Gigi?

Perlukah Mengganti Sikat Gigi setelah Flu dan Pilek

Sikat gigi murah dan sulit dibersihkan di tempat tinggal, itulah sebabnya Cleveland Clinic menyarankan bahwa sehabis Kamu mengalami flu, sikat gigi kudu diganti.

“Ini adalah hal yang ringan untuk memastikan bakteri yang tertinggal bukan ditularkan ke anggota keluarga. Ini jauh lebih masuk akal daripada mencoba membersihkan sikat gigi Kamu bersama merebusnya atau bersama dengan kenakan hidrogen peroksida atau cuka,” ujarnya.

Kamu juga disarankan untuk mengganti sikat gigi tiga sampai enam bulan sekali, dan kecuali punyai kasus imun atau lebih gampang sakit, American Dental Association merekomendasikan untuk menggantinya lebih kerap.

“Idealnya, Kamu mesti mengganti sikat gigi Kamu tiap tiap tiga sampai enam bulan,” kata dokter gigi Dr. Amanda Lewis, Dmd. Kecuali Kamu berpikir ini terlampau kerap, ingatlah ini. “Enamel gigi adalah zat yang paling keras didalam tubuh manusia, menjadi ketika Kamu mengenakan sikat gigi tiap tiap hari, tersebut merusak serat terhadap sikat gigi,” jelasnya.

Sesudah serat rusak, efektivitasnya menurun, supaya mampu menambah risiko gigi berlubang, bau mulut, dan persoalan kebugaran mulut lainnya.

Faktor Bakteri

selain tersebut, tersedia juga faktor bakteri. Pas apa pun sanggup dan akan mengumpulkan bakteri, sikat gigi merupakan wadah bakteri. “Ketika sikat gigi bukan diberi selagi untuk mengering, tersebut sanggup menarik partikel di udara yang mulai menyimpan dan menumbuhkan koloni bakteri berbahaya,” kata dokter gigi Dr. Mariya Malin, Dds.

Walaupun Kamu akan selalu idamkan mengganti sikat gigi Kamu sebelum enam bulan, tersedia segudang cara untuk menjaganya sesegar kemungkinan di dalam jangka sementara itu. Seorang dokter gigi yang berbasis di Chicago, Illinois, Dr. Umang Patel, merekomendasikan untuk membilas bulu secara seluruhnya. Jikalau Kamu kenakan sikat gigi elektrik, lepaskan gagangnya dan bersihkan secara seluruhnya sehabis digunakan.

“Air liur dan pasta gigi sanggup tersangkut di bawah di mana sikat mengakses bersama dengan gagang dan dapat jadi tangki septik kuman dan bakteri, yang mampu membawa dampak sakit,” katanya kepada Bustle.

Menjadi, kalau kamu baru saja sembuh berasal dari flu, bukan tersedia alasan tentu untuk mengganti sikat gigi, tapi terkecuali tersebut akan memicu Kamu merasa lebih baik dan memang udah waktunya mengganti sikat gigi, para pakar merekomendasikan untuk melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *