Presepsi yang Salah Tentang Depresi

cara cegah gula darah rendah

Keluarga Sehat, pasti pernah mendengar tentang depresi. Apa itu depresi? Yang disebut depresi adalah sebuah gangguan suasana hati, atau mood yang bisa terjadi sampai dua minggu terus menerus. Tandanya adalah kehilangan tenaga, kehilangan minat pada hal yang tadinya disukai, hilang nafsu makan, merasa putus asa, merasa rendah diri dan bersalah. Namun, tahukah bahwa ada presepsi yang salah tentang depresi di masyarakat?

Walaupun sekarang masyarakat sudah mendapatkan lebih banyak informasi mengenai depresi, namun tetap saja ada hal yang kurang tepat. Pemahaman masyarakat harus tetap ditingkatkan, dan dijelaskan dengan lebih tepat.

Pemahaman tentang Depresi ini Ternyata Salah

Di bawah ini adalah beberapa macam presepsi yang ada di masyarakat, dan ternyata kurang tepat. Harus ada edukasi yang lebih mendalam bagi masyarakat supaya bisa lebih bijak dalam membantu saudara dan teman yang sedang depresi. Apa saja?

Depresi sama dengan kesedihan

Ini adalah hal pertama yang menjadi presepsi yang salah tentang depresi, banyak yang mengucapkan depresi adalah ungkapan rasa sedih. Contohnya kehilangan orang yang dicintai, atau gagal mencapai sesuatu dan kemudian merasa sedih, lalu disebut sebagai depresi. Ketahuilah, rasa sedih seperti ini diaalami oleh semua orang dan bisa reda dengan cepat. Beda halnya dengan depresi yang bisa terasa sampai berbulan-bulan lamanya.

Depresi hanya untuk mereka yang gagal

Banyak yang beranggapan jika orang yang depresi adalah orang-orang yang gagal. Orang yang sukses dan memiliki segalanya tidak akan merasakan depresi. Padahal tidak, depresi bisa tetap terjadi pada orang-orang yang sukses sekalipun. Jadi mereka bisa merasa kurang baik dan tetap minder. Untuk depresi tidak dibutuhkan kejadian khusus dengan trauma psikis terlebih dahulu.

Depresi sembuh dengan antidepresan

Presepsi yang salah tentang depresi lainnya adalah mengira bahwa antidepresan saja cukup menyembuhkan. Padahal resep antidepresan dari dokter untuk membantu tubuh mengatur aktivitas zat-zat kimia dalam otak, sehingga meringankan gejala depresi. Tapi jiak tak dibarengi prikoterapi maka semua itu sia-sia.

Tabu untuk membicarakan tentang depresi pada penderita

Banyak yang beranggapan jika membahas mengenai depresi di depan penderita, akan meningkatkan masalahnya. Justru jika dibiarkan sendiri dan tidak diajak bicara, maka pasien bisa memiliki risiko untuk melukai dirinya sendiri.

Di atas adalah beberapa contoh presepsi yang salah tentang depresi, dan hal itu beredar di masyarakat. Apabila ada anggota keluarga, atau teman yang menderita depresi dan ingin membantunya, sebaiknya minta petunjuk lebih lanjut dari psikiater atau psikolog saja ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.