Rapid Test itu Apa?

rapid test itu apa

Keluarga sehat, belakangan ini Rapid Test banyak sekali dibahas. Tapi apa itu Rapid Test? Banyak orang yang bahkan belum tahu artinya. Sehingga saat wacana ini digulirkan oleh Pemerintah, bahkan sebagian dijalankan, masyarakat acuh tak acuh.

Hal ini tentu tak baik, sebab masyarakat yang kurang teredukasi bisa menganggap remeh. Hasilnya adalah pelaksanaan Rapid Test yang tidak sukses, hingga menyebabkan masalah tambahan.

Penjelasan Rapid Test

Yang dimaksud dengan Rapid Test adalah sebuah metode screening awal supaya bisa mendeteksi antibodi. Adapun antibodi yang dimaksud adalah IgG dan IgM, keduanya diproduksi oleh tubuh dalam melawan Corona.

Seperti yang kita ketahui, Rapid Test yang akan dilakukan kali ini untuk mendeteksi Covid-19. Jadi jika ada antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh, maka orang tersebut sudah pasti terpapar Corona.

Tetapi, ada yang harus kita ketahui mengenai masa pembentukan antibodi ini. Butuh waktu sampai beberapa minggu untuk membentuk antibodi ini. Jadi Rapid Test ini hanya untuk pemeriksaan penyaring saja, bukan untuk mendiagnosa infeksi Covid 19.

Prosedur Rapid Test

Lantas bagaimana prosedur dan interpretasi hasil dari Rapid Test yang dilakukan? Caranya dengan mengambil sampel darah dari ujung jari, lalu diteteskan pada alatnya. setelah itu, cairan khusus akan diteteskan ke alat yang sama. Setelah itu, 10 hingga 15 menit akan muncul hasilnya yang berupa garis.

Jika hasilnya adalah positif, maka tandanya orang tersebut pernah terinfeksi oleh virus Corona. Walau demikian, ternyata orang yang terinfeksi bisa saja menunjukkan hasil negatif. Itu karena antibodi tubuhnya untuk melawan Corona belum terbentuk.

Itulah kenapa jika hasil test menunjukkan negatif, pemeriksaan ini harus diulang 7 hingga 10 hari ke depan.

Kemudian jika hasilnya adalah positif, tak perlu panik. Sebab antibodi yang muncul itu bisa jadi antibodi untuk corona virus jenis lain, bukan Covid 19. Itulah alasannya orang yang positif segera melakukan PCR atau polymerase chain reaction.

Pemeriksaan PCR ini bisa mendeteksi langsung adanya Corona, dengan melalui ini kita bisa tahu siapa saja yang terinfeksi Corona. Apabila orang tersebut sudah positif Corona, maka lakukan isolasi mandiri di rumah sekalipun tak ada gejala apapun, alias merasa sehat-sehat saja.

Usahakan untuk tidak bepergian, juga hindari kontak langsung dengan orang yang satu rumah. Lakukan jaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, jangan lepaskan masker saat interaksi dengan orang lain, ya!

Pantau terus kondisi kesehatan, saat melakukan isolasi mandiri. Saat gejala Covid 19 muncul, misalnya suara serak, demam tinggi, sesak napas dan batuk, hubungi tim medis. Hotline Covid 19 siap dihubungi kapanpun.

Jaga kesehatan dan hindari kontak langsung dengan orang lain, supaya keluarga sehat terus. Semoga Covid 19 ini lekas berakhir yaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.